Jakarta, 25 September 2026 – Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada pelajar di enam kecamatan. Program tersebut menyasar sebanyak 2.000 siswa tingkat taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (PAUD), dan sekolah dasar sederajat. Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit mengatakan sebanyak 1.000 paket makanan berbahan olahan ikan telah didistribusikan kepada siswa. Paket tersebut terdiri atas katsu ikan, bakso ikan, dan bandeng presto. Kegiatan diarahkan untuk membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini.
Safari Gemarikan untuk siswa SD sederajat telah dilaksanakan di MIN 22 Rorotan, Kecamatan Cilincing, serta MI Al Jihad di Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok. Sebanyak 1.000 paket olahan ikan telah dibagikan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Pemilihan sekolah sasaran dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Utara serta Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Utara. Koordinasi diperlukan agar distribusi program dapat menjangkau peserta didik dari berbagai wilayah secara tepat. Pemerintah kota berupaya agar kegiatan tidak hanya terkonsentrasi pada satu kecamatan.
Sementara itu, sebanyak 1.000 paket berikutnya akan diberikan kepada anak-anak TK dan PAUD. Distribusi tahap tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 dengan menu berupa fish katsu. Jika seluruh tahapan selesai, total penerima manfaat Gemarikan di Jakarta Utara akan mencapai sekitar 2.000 anak. Pembagian makanan menjadi bagian dari pendekatan langsung untuk mengenalkan berbagai olahan ikan yang menarik bagi anak. Pemkot berharap cara tersebut membuat konsumsi ikan semakin dekat dengan pola makan sehari-hari keluarga.
Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Riyadi Akbar menjelaskan Gemarikan merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Ikan merupakan sumber protein hewani yang menyediakan asam amino esensial dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan anak. Karena itu, pengenalan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari dilakukan sejak jenjang pendidikan usia dini. Program tersebut juga ditempatkan sebagai salah satu langkah pendukung pencegahan masalah gizi pada anak.
Gemarikan tidak hanya dilakukan melalui pembagian makanan kepada peserta didik. Orang tua yang mendampingi anak juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi serta cara mengolah ikan menjadi makanan yang menarik. Pendekatan kepada keluarga dinilai penting karena kebiasaan makan anak banyak dibentuk melalui menu yang disediakan di rumah. Dengan variasi pengolahan yang tepat, ikan diharapkan dapat menjadi pilihan makanan yang lebih rutin dikonsumsi. Edukasi tersebut juga ditujukan agar manfaat program tetap berlanjut setelah kegiatan di sekolah selesai.
Penguatan kampanye Gemarikan juga tercantum dalam Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Jakarta 2024–2026. Kebijakan tersebut menempatkan peningkatan konsumsi protein hewani serta pembiasaan pola makan beragam dan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pangan masyarakat. Kampanye konsumsi ikan dilakukan bersama berbagai program edukasi pangan sejak usia dini. Pemerintah daerah juga mendorong penyampaian pesan gizi melalui lingkungan pendidikan agar dapat menjangkau anak secara lebih luas. Pendekatan tersebut membuat sekolah menjadi salah satu lokasi strategis untuk membangun kebiasaan makan sehat.
Pemkot Jakarta Utara berharap pembagian 2.000 paket olahan ikan dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan konsumsi ikan secara berkelanjutan. Anak-anak diharapkan tidak hanya menikmati makanan yang dibagikan dalam kegiatan, tetapi juga memahami manfaat ikan bagi pertumbuhan dan kesehatan. Keterlibatan orang tua kemudian menjadi penting untuk meneruskan kebiasaan tersebut di lingkungan keluarga. Program serupa juga telah dijalankan di wilayah Jakarta lainnya sebagai bagian dari kampanye konsumsi pangan bergizi. Melalui Gemarikan, pemerintah daerah berupaya menggabungkan edukasi gizi dengan pembiasaan konsumsi ikan sejak usia dini.