Serang, 20 Agustus 2026 – Polda Banten mengungkap praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan modus memodifikasi mobil boks untuk menampung solar dalam jumlah besar. Kendaraan tersebut diketahui memiliki tangki tambahan yang disembunyikan di dalam bagian boks dengan kapasitas mencapai 5.000 liter. Modifikasi dilakukan sedemikian rupa sehingga dari luar kendaraan tampak seperti mobil boks biasa. Polisi menemukan kendaraan tersebut ketika mengamankan seorang pria berinisial RH, 26 tahun, di sebuah SPBU kawasan Cikupa, Tangerang, pada 3 Agustus 2026. Saat diamankan, RH diketahui baru saja melakukan pengisian solar bersubsidi menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi tersebut.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap kendaraan karena menemukan adanya kejanggalan pada bagian dalam boks. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat tangki tambahan berkapasitas besar yang digunakan sebagai tempat penampungan solar. Tangki tersebut tidak terlihat secara langsung dari luar karena dipasang tersembunyi di dalam ruang kendaraan. Polisi juga menemukan sistem pompa yang dapat digunakan untuk memindahkan solar dari tangki utama kendaraan menuju tangki penyimpanan tambahan. Dengan sistem tersebut, kendaraan dapat digunakan untuk mengumpulkan BBM bersubsidi dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan kapasitas kendaraan normal.
Modus tersebut memungkinkan pelaku melakukan pembelian solar bersubsidi secara berulang di sejumlah SPBU. BBM yang diperoleh kemudian dipindahkan ke tangki penampungan melalui pompa dan selang yang telah dipasang di kendaraan. Cara tersebut membuat kapasitas penyimpanan kendaraan jauh melampaui kemampuan tangki standar. Polisi menduga modifikasi kendaraan tersebut memang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas pengumpulan BBM subsidi dalam jumlah besar. Penggunaan kendaraan boks juga membuat aktivitas tersebut lebih sulit dikenali apabila tidak dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Pengungkapan kasus ini menunjukkan adanya upaya memanfaatkan sistem distribusi BBM bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan secara ilegal. BBM subsidi seharusnya disalurkan kepada masyarakat dan kelompok pengguna yang memenuhi ketentuan, sehingga pembelian dalam jumlah besar untuk kemudian dikumpulkan dan dialihkan kepada pihak lain dapat mengganggu distribusi. Praktik semacam itu juga berpotensi menyebabkan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi mengalami kesulitan memperoleh pasokan. Ketika BBM yang seharusnya tersedia bagi pengguna tertentu justru dikumpulkan oleh pihak yang tidak berhak, tujuan pemberian subsidi menjadi tidak tercapai secara optimal.
Polisi masih mendalami bagaimana RH menjalankan aktivitas tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Penyidik perlu mengetahui dari mana kendaraan modifikasi tersebut diperoleh, siapa yang membuat atau memasang tangki tambahan, serta bagaimana BBM yang telah dikumpulkan kemudian disalurkan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengungkap apakah kendaraan tersebut digunakan sendiri oleh RH atau terdapat jaringan yang mengatur pembelian dan distribusi BBM. Keterangan dari tersangka, pemeriksaan kendaraan, serta barang bukti yang ditemukan akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengurai seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Modifikasi kendaraan menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Kendaraan dengan tangki tambahan dapat memiliki kemampuan menampung ribuan liter sehingga pembelian secara berulang dapat dilakukan tanpa harus sering membongkar atau memindahkan muatan secara manual. Keberadaan pompa juga membuat proses pemindahan BBM dari tangki kendaraan ke ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Karena itu, pemeriksaan fisik terhadap kendaraan yang dicurigai menjadi penting, terutama apabila terdapat perbedaan antara bentuk kendaraan, kapasitas tangki standar, dan aktivitas pengisian yang dilakukan.
Pengawasan di tingkat SPBU juga memiliki peran penting untuk mencegah penyalahgunaan. Petugas perlu memperhatikan pola pembelian yang tidak wajar, identitas kendaraan, serta kesesuaian data pembelian dengan kendaraan yang datang mengisi BBM. Penggunaan kendaraan yang memiliki modifikasi tidak lazim juga dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperiksa lebih lanjut. Sistem pengawasan berbasis data dapat membantu mendeteksi pola transaksi yang dilakukan secara berulang dalam waktu tertentu. Dengan pengawasan yang lebih ketat, peluang penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat ditekan sebelum barang tersebut terkumpul dalam jumlah besar.
Kasus mobil boks dengan tangki tambahan 5.000 liter tersebut menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana kendaraan dapat diubah menjadi sarana penampungan BBM dalam skala besar. Polisi kini masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui keseluruhan jaringan dan tujuan akhir solar yang dikumpulkan. Penindakan tidak hanya penting untuk memberikan efek hukum kepada pelaku, tetapi juga untuk menjaga agar subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran. Pengawasan terhadap kendaraan, transaksi di SPBU, serta distribusi setelah pembelian perlu terus diperkuat. Dengan membongkar modus dan jaringan penyalahgunaan sejak awal, distribusi BBM bersubsidi di Banten diharapkan dapat berlangsung lebih tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan mencari keuntungan secara ilegal.