Jakarta, 15 September 2026 – Indonesia dan India menyepakati penguatan kerja sama di bidang teknologi dan komunikasi sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan strategis kedua negara. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan teknologi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembangunan ekosistem komunikasi yang semakin modern. Indonesia dan India memiliki kepentingan bersama dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kerja sama juga diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan serta pengalaman dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Pemerintah kedua negara melihat transformasi digital sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama. Kemitraan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India di tengah meningkatnya peran ekonomi digital di kawasan Asia.
India memiliki ekosistem teknologi yang berkembang pesat dengan jumlah perusahaan digital dan tenaga profesional yang besar. Pengalaman tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kolaborasi dalam pengembangan berbagai teknologi yang dapat diterapkan pada sektor pemerintahan maupun dunia usaha. Indonesia sendiri memiliki pasar digital yang besar dengan jumlah pengguna internet yang terus berkembang. Kombinasi kemampuan teknologi India dan potensi pasar Indonesia dapat menciptakan ruang kerja sama yang saling menguntungkan. Perusahaan dari kedua negara juga memiliki kesempatan untuk membangun kemitraan dalam pengembangan produk dan layanan digital. Pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung agar kolaborasi tersebut berkembang menjadi investasi maupun proyek konkret.
Penguatan kerja sama komunikasi menjadi salah satu bagian penting karena infrastruktur digital merupakan fondasi transformasi ekonomi. Konektivitas yang baik diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan pendidikan, kesehatan, perdagangan, keuangan, dan pemerintahan berbasis digital. Indonesia masih menghadapi tantangan pemerataan akses komunikasi karena wilayahnya terdiri atas ribuan pulau dengan kondisi geografis yang berbeda. Pengalaman dan teknologi yang dimiliki India dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam memperluas jaringan dengan biaya yang semakin efisien. Kerja sama dapat mencakup pertukaran pengetahuan mengenai pembangunan infrastruktur hingga pengembangan layanan digital. Namun, penerapan teknologi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi wilayah Indonesia.
Sumber daya manusia juga menjadi perhatian karena kemajuan teknologi membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan yang terus diperbarui. Indonesia dan India dapat memperluas program pelatihan, pertukaran tenaga profesional, maupun kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri. Bidang seperti kecerdasan buatan, keamanan siber, komputasi awan, analisis data, dan pengembangan perangkat lunak memiliki kebutuhan tenaga profesional yang semakin besar. Program peningkatan keterampilan dapat membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri. Kolaborasi perguruan tinggi juga dapat diarahkan pada penelitian dan pengembangan teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi tetapi juga kemampuan menciptakan dan mengembangkannya.
Kecerdasan buatan menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar dalam hubungan teknologi kedua negara. Penggunaan AI berkembang pada berbagai sektor mulai dari industri, layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan transportasi. Indonesia membutuhkan kemampuan teknologi sekaligus tata kelola yang mampu memastikan pemanfaatannya berlangsung secara bertanggung jawab. India memiliki pengalaman mengembangkan industri teknologi informasi dalam skala besar sehingga pertukaran pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pengembangan AI juga membutuhkan infrastruktur komputasi dan ketersediaan data yang memadai. Kerja sama dapat diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun standar penggunaan teknologi yang aman.
Keamanan siber menjadi aspek lain yang tidak dapat dipisahkan dari perluasan transformasi digital. Semakin banyak layanan masyarakat berpindah ke sistem daring, semakin besar pula kebutuhan melindungi data dan infrastruktur dari berbagai ancaman. Indonesia dan India dapat memperkuat pertukaran informasi mengenai ancaman siber serta meningkatkan kemampuan personel dalam menangani insiden digital. Pelatihan bersama dapat membantu meningkatkan kesiapan ketika terjadi serangan terhadap sistem penting. Perlindungan terhadap data masyarakat juga perlu menjadi bagian dari setiap proyek teknologi yang dikembangkan. Kepercayaan pengguna merupakan fondasi penting agar masyarakat bersedia memanfaatkan layanan digital secara lebih luas.
Dari sisi ekonomi, kerja sama teknologi berpotensi membuka kesempatan bagi perusahaan rintisan dan pelaku usaha dari kedua negara. Startup Indonesia dapat memperoleh akses terhadap jaringan teknologi dan pasar India, sementara perusahaan India memiliki kesempatan memperluas layanan di Indonesia. Kolaborasi tersebut dapat menghasilkan investasi, pertukaran teknologi, dan penciptaan lapangan pekerjaan baru. Usaha mikro, kecil, dan menengah juga dapat memperoleh manfaat apabila teknologi digunakan untuk memperluas akses mereka terhadap pasar. Digitalisasi pembayaran, pemasaran, dan pengelolaan usaha dapat meningkatkan efisiensi serta daya saing pelaku UMKM. Pemerintah kedua negara dapat berperan mempertemukan pelaku usaha agar peluang tersebut berkembang menjadi kerja sama komersial.
Pengembangan industri teknologi dalam negeri tetap menjadi salah satu kepentingan utama Indonesia dalam menjalankan kemitraan internasional. Kerja sama diharapkan tidak berhenti pada penggunaan produk atau layanan dari luar negeri, tetapi juga menghasilkan transfer pengetahuan dan peningkatan kemampuan nasional. Keterlibatan tenaga kerja serta perusahaan Indonesia dapat membantu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar dalam jangka panjang. Program penelitian bersama juga dapat menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan negara berkembang dan karakter masyarakat Asia. Model kerja sama seperti ini memberikan kesempatan kepada kedua negara untuk berkembang secara bersama. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan India dalam rantai nilai industri teknologi global.
Kemitraan teknologi dan komunikasi juga memiliki dimensi strategis karena Indonesia dan India merupakan dua negara dengan populasi besar di kawasan Indo-Pasifik. Perkembangan ekonomi digital kedua negara dapat memberikan pengaruh terhadap arah pertumbuhan teknologi di kawasan. Kesamaan kepentingan dalam membangun ekonomi digital yang inklusif memberikan ruang untuk memperkuat koordinasi pada berbagai forum internasional. Kedua negara dapat bertukar pandangan mengenai tata kelola teknologi, perlindungan data, keamanan digital, serta pengembangan keterampilan masyarakat. Koordinasi tersebut menjadi semakin penting ketika teknologi berkembang lebih cepat dibandingkan pembentukan berbagai regulasi. Kerja sama bilateral dapat menjadi dasar untuk membangun posisi yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan tersebut.
Kesepakatan Indonesia dan India untuk memperkuat kerja sama teknologi dan komunikasi pada akhirnya membuka peluang baru dalam hubungan bilateral kedua negara. Infrastruktur digital, kecerdasan buatan, keamanan siber, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi industri menjadi sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan lebih jauh. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan tersebut menjadi program dan proyek yang memberikan hasil nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha. Pemerintah perlu memastikan kolaborasi menghasilkan peningkatan kemampuan teknologi nasional sekaligus memperluas investasi dan kesempatan kerja. Keterlibatan perguruan tinggi, perusahaan, startup, serta tenaga profesional akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Dengan kemitraan yang berkelanjutan, Indonesia dan India memiliki peluang memperkuat posisi sebagai dua kekuatan ekonomi digital penting di kawasan Asia.