Jakarta, 12 Mei 2026 – Grace Natalie akhirnya buka suara setelah dirinya dilaporkan terkait sebuah video yang menyinggung mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Dalam keterangannya kepada media, Grace hadir didampingi sejumlah tokoh dan pendiri Partai Solidaritas Indonesia.
Grace menyatakan dirinya menghormati proses hukum yang berjalan dan siap memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa isi video yang dipermasalahkan tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi ataupun menimbulkan polemik politik.
Kasus ini bermula setelah video yang menampilkan pernyataan tertentu mengenai Jusuf Kalla atau JK beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi publik. Sejumlah pihak kemudian melaporkan Grace Natalie ke aparat penegak hukum atas dugaan pelanggaran tertentu.
Dalam keterangannya, Grace juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses hukum dan klarifikasi selesai dilakukan. Ia menilai ruang demokrasi tetap harus dijaga, termasuk dalam menyampaikan pandangan politik.
Pendampingan dari para pendiri PSI disebut sebagai bentuk dukungan moral terhadap Grace Natalie di tengah polemik yang berkembang. Mereka juga menyatakan keyakinan bahwa persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Pengamat politik menilai kasus ini menunjukkan tingginya sensitivitas publik terhadap konten politik di media sosial, terutama yang melibatkan tokoh nasional dan figur publik ternama.
Di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam membuat maupun menyebarkan konten digital agar tidak memicu kesalahpahaman atau konflik di ruang publik.
Hingga kini, laporan terkait video tersebut masih dalam tahap penanganan aparat. Publik pun menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai proses klarifikasi dan tindak lanjut hukum atas perkara yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.