Jakarta, 8 November 2026 – Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, memilih tetap tenang meskipun timnya mengalami tiga kekalahan beruntun dalam kompetisi Liga Inggris 2026–2027. Hasil buruk terbaru terjadi ketika The Citizens takluk 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground, Sabtu (7/11/2026). Kekalahan tersebut membuat Manchester City semakin tertinggal dari Arsenal dalam persaingan papan atas klasemen. Meski demikian, Maresca menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dan tidak bereaksi berlebihan terhadap situasi yang sedang dihadapi timnya.
Manchester City sebenarnya mengawali musim dengan performa mengesankan setelah meraih tujuh kemenangan berturut-turut. Namun, tren positif tersebut terhenti ketika mereka dikalahkan Aston Villa dengan skor 1-2. Hasil negatif berlanjut saat Brighton & Hove Albion mencuri kemenangan 1-0 atas City. Kekalahan dari Nottingham Forest kemudian memperpanjang catatan buruk menjadi tiga pertandingan tanpa tambahan poin.
Dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, Manchester City kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah sejak menit awal. Jair Cunha membuka keunggulan Forest sebelum Liam Delap menggandakan skor pada babak pertama. City sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Rayan Cherki setelah turun minum. Namun, Delap kembali mencetak gol untuk memastikan kemenangan Nottingham Forest dengan skor 3-1.
Maresca mengakui bahwa penampilan anak asuhnya belum memenuhi standar yang diharapkan, terutama dalam hal intensitas permainan. Ia menilai Manchester City terlalu sering kalah dalam perebutan bola dan terlambat memberikan respons terhadap serangan lawan. Pelatih asal Italia tersebut juga menekankan bahwa kekalahan tidak boleh hanya dibebankan kepada satu pemain. Menurutnya, seluruh anggota tim memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki performa secara bersama-sama.
Tiga kekalahan beruntun membuat Manchester City tertahan di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari sepuluh pertandingan. Mereka kini tertinggal enam angka dari Arsenal yang memimpin klasemen dengan 27 poin. Persaingan semakin ketat karena Brighton juga mengoleksi 21 poin dan berpeluang memperbaiki posisinya. Situasi tersebut membuat City harus segera menemukan kembali konsistensi apabila ingin terus bersaing dalam perebutan gelar juara.
Maresca berencana memanfaatkan jeda internasional November untuk mengevaluasi kelemahan timnya. Ia ingin memperbaiki organisasi permainan, meningkatkan intensitas, serta mencari solusi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. Sang pelatih mengingatkan bahwa tujuh kemenangan pada awal musim menunjukkan kemampuan Manchester City untuk tampil kompetitif. Karena itu, ia berharap para pemain dapat kembali menunjukkan kualitas terbaik setelah kompetisi dilanjutkan.
Manchester City dijadwalkan kembali menjalani pertandingan Liga Inggris pada 21 November 2026 setelah jeda internasional berakhir. Waktu persiapan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Maresca untuk membenahi persoalan yang terlihat dalam tiga pertandingan terakhir. Meski tekanan semakin besar, pelatih berusia 46 tahun itu tetap yakin timnya mampu bangkit dan kembali meraih kemenangan. Performa Manchester City dalam pertandingan berikutnya akan menjadi ukuran keberhasilan evaluasi yang dilakukan selama masa jeda kompetisi.