Tanjungpandan, 6 September 2026 – Sebanyak enam penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional H.AS. Hanandjoeddin, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, dibatalkan pada Minggu akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan terjadi pada penerbangan yang menghubungkan Tanjungpandan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, setelah abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan di kawasan tersebut. General Manager Bandara Internasional H.AS. Hanandjoeddin Tri Yudhi Anshari mengatakan enam penerbangan terdampak terdiri atas tiga kedatangan dan tiga keberangkatan. Langkah pembatalan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang serta awak pesawat. Kondisi tersebut membuat ratusan calon penumpang harus melakukan penyesuaian terhadap rencana perjalanan mereka. Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak perubahan jadwal tersebut.
Tiga penerbangan kedatangan yang dibatalkan berasal dari Jakarta menuju Tanjungpandan dengan jadwal berbeda sepanjang Minggu. Penerbangan Sriwijaya Air SJ 054 yang dijadwalkan tiba pada pukul 07.05 WIB menjadi salah satu penerbangan yang tidak dapat dioperasikan dan tercatat membawa 140 penumpang. Selanjutnya, penerbangan Citilink QG 976 yang dijadwalkan pukul 12.35 WIB dengan 120 penumpang juga mengalami pembatalan. Penerbangan Super Air Jet IU 802 yang dijadwalkan tiba pukul 15.05 WIB dengan 114 penumpang mengalami kondisi serupa. Secara keseluruhan, tiga penerbangan kedatangan tersebut melibatkan 374 penumpang. Pembatalan dilakukan karena penerbangan dari Jakarta tidak dapat berjalan sesuai jadwal akibat gangguan yang terjadi pada jaringan penerbangan.
Sementara itu, tiga penerbangan keberangkatan dari Tanjungpandan menuju Jakarta juga dibatalkan. Sriwijaya Air SJ 055 yang dijadwalkan berangkat pukul 07.50 WIB tercatat membawa 155 penumpang, sedangkan Super Air Jet IU 803 dengan jadwal pukul 09.10 WIB memiliki 178 penumpang. Penerbangan Citilink QG 977 yang seharusnya berangkat pukul 13.05 WIB juga dibatalkan dengan jumlah penumpang sebanyak 180 orang. Dengan demikian, sebanyak 513 penumpang keberangkatan terdampak pembatalan tersebut. Jika digabungkan dengan penumpang pada tiga penerbangan kedatangan, sedikitnya 887 penumpang terkait enam penerbangan itu terkena dampak perubahan operasional. Kondisi tersebut membuat maskapai harus melakukan penanganan terhadap penumpang sesuai dengan status tiket dan kebijakan penerbangan masing-masing.
Pengelola Bandara Hanandjoeddin menegaskan bahwa pembatalan tersebut bukan disebabkan oleh temuan abu vulkanik secara langsung di wilayah Belitung. Gangguan terutama terjadi karena penerbangan yang terdampak terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta yang operasionalnya mengalami pembatasan akibat sebaran abu Anak Krakatau. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak erupsi terhadap transportasi udara dapat menjalar ke bandara yang berada cukup jauh dari pusat aktivitas gunung. Ketika sebuah bandara utama mengalami penghentian atau pembatasan operasional, rotasi pesawat dan awak menuju berbagai daerah ikut mengalami perubahan. Penerbangan dari daerah tujuan kemudian tidak dapat diberangkatkan karena pesawat yang seharusnya melayani rute tersebut tidak tiba sesuai jadwal. Situasi inilah yang membuat penerbangan di Belitung ikut terdampak meskipun kondisi lingkungan setempat relatif aman.
Tim operasional Bandara Hanandjoeddin terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memastikan seluruh penumpang mendapatkan informasi mengenai perkembangan penerbangan. Petugas di lapangan juga melakukan pembaruan status dan jadwal secara berkala karena kondisi masih dapat berubah mengikuti perkembangan operasional di Jakarta. Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan melalui Bandara Hanandjoeddin diminta memastikan kembali status penerbangannya sebelum menuju terminal. Langkah tersebut penting untuk menghindari penumpukan calon penumpang ketika penerbangan sudah dipastikan mengalami pembatalan atau perubahan jadwal. Pengguna jasa juga perlu memperhatikan pemberitahuan yang diberikan maskapai terkait penanganan tiket mereka. Koordinasi tersebut akan terus dilakukan sampai jaringan penerbangan yang menghubungkan Jakarta dan Belitung kembali berjalan normal.
Gangguan penerbangan di Belitung menjadi bagian dari efek berantai erupsi Anak Krakatau terhadap jaringan transportasi udara nasional. Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu simpul utama yang harus mengalami penutupan sementara setelah abu vulkanik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Pada Minggu pagi, penutupan Soekarno-Hatta bahkan harus diperpanjang setelah kondisi ruang udara terus dievaluasi. Selain Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Radin Inten II juga mengalami perpanjangan penutupan pada pembaruan operasional sebelumnya. Kondisi tersebut memengaruhi penerbangan dari berbagai daerah yang memiliki hubungan langsung dengan Jakarta. Dampaknya kemudian terlihat melalui pembatalan, penundaan, pengalihan, maupun perubahan rotasi pesawat di sejumlah bandara.
Dampak serupa juga terjadi di Bandara Depati Amir Pangkalpinang yang berada di provinsi yang sama dengan Bandara Hanandjoeddin. Sejumlah penerbangan yang menghubungkan Pangkalpinang dan Jakarta harus mengalami pembatalan karena kondisi operasional penerbangan menuju Soekarno-Hatta. Pengelola Bandara Depati Amir menyatakan kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Anak Krakatau, keadaan ruang udara, dan informasi aeronautika terbaru. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa wilayah Kepulauan Bangka Belitung mengalami dampak tidak langsung yang cukup nyata pada sektor transportasi udara. Penumpang yang hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta menjadi kelompok yang paling merasakan perubahan tersebut. Karena itu, masyarakat di Bangka maupun Belitung diminta melakukan pengecekan jadwal secara berkala sebelum berangkat menuju bandara.
Erupsi Anak Krakatau yang memicu gangguan penerbangan merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang berlangsung sejak Jumat malam. Erupsi menerus mulai teramati sekitar pukul 23.07 WIB dan disertai suara gemuruh atau dentuman serta fenomena pancaran lava. Material abu yang dihasilkan kemudian terbawa angin dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda serta ruang udara yang digunakan penerbangan. Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga setelah statusnya dinaikkan pada 2 Juli 2026. Masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pengguna kapal tradisional tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pemantauan terhadap perkembangan gunung terus dilakukan karena perubahan aktivitas dapat memengaruhi kondisi masyarakat maupun sektor transportasi.
Meski penerbangan terganggu, kondisi Belitung sendiri tidak berarti mengalami paparan langsung abu vulkanik dengan tingkat yang sama seperti daerah di sekitar Selat Sunda. Pembatalan penerbangan lebih berkaitan dengan terganggunya simpul penerbangan Jakarta dan rotasi pesawat yang melayani rute Tanjungpandan. Situasi ini penting dipahami agar masyarakat tidak menganggap pembatalan sebagai tanda bahwa kondisi Bandara Hanandjoeddin secara otomatis tidak aman akibat abu di permukaan. Keputusan penerbangan mempertimbangkan keseluruhan perjalanan pesawat, mulai dari bandara keberangkatan, jalur yang digunakan, hingga bandara tujuan. Apabila salah satu bagian perjalanan tidak memenuhi persyaratan keselamatan, penerbangan dapat dibatalkan meskipun kondisi di bandara lainnya relatif normal. Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas ketika aktivitas vulkanik masih memengaruhi ruang udara.
Pengelola Bandara Internasional H.AS. Hanandjoeddin akan terus memperbarui informasi mengenai penerbangan selama dampak erupsi Anak Krakatau terhadap jaringan transportasi udara belum sepenuhnya berakhir. Penumpang diimbau tidak hanya berpedoman pada jadwal awal yang diperoleh ketika membeli tiket karena perubahan dapat dilakukan mengikuti kondisi terbaru. Koordinasi dengan maskapai sebelum berangkat menuju bandara menjadi langkah penting untuk memperoleh kepastian perjalanan. Pemulihan penerbangan Jakarta-Tanjungpandan dan arah sebaliknya juga dapat berlangsung secara bertahap karena rotasi pesawat sebelumnya telah mengalami perubahan. Enam pembatalan yang terjadi pada Minggu menunjukkan dampak aktivitas Anak Krakatau dapat menjangkau bandara yang secara geografis tidak berada di sekitar pusat erupsi. Selama kondisi penerbangan masih dinamis, keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.