Jakarta, 22 September 2026 – Bek Timnas Indonesia Kevin Diks mengaku merasa terhormat setelah dipercaya menjadi kapten skuad Garuda pada FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 29 tahun tersebut mendapat tanggung jawab memimpin tim menyusul absennya kapten utama Jay Idzes. Diks menyampaikan perasaannya setelah mengikuti latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa. Ia menilai kepercayaan sebagai kapten merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan untuk membantu seluruh pemain. Diks juga menyatakan siap mengambil peran kepemimpinan lebih besar selama turnamen berlangsung.
Jay Idzes tidak dapat memperkuat Indonesia pada turnamen kali ini karena mengalami cedera paha ketika membela klubnya di kompetisi Italia. Absennya Idzes membuat tim pelatih harus menentukan pemain lain untuk mengambil alih ban kapten. Diks kemudian dipilih untuk menjalankan peran tersebut selama skuad Garuda menjalani FIFA ASEAN Cup 2026. Ia mengakui tim kehilangan sosok Idzes yang selama ini menjadi salah satu pemimpin di dalam skuad. Namun, kondisi tersebut menurutnya harus dijawab dengan pemain lain yang mengambil tanggung jawab lebih besar.
Bagi Diks, peran kepemimpinan sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Sebelum mendapat ban kapten, ia telah berusaha membantu rekan-rekannya dalam berbagai situasi di dalam maupun luar lapangan. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa turut memberikan bek tersebut bekal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. Diks juga dikenal sebagai pemain yang aktif memberikan dukungan kepada pemain lain ketika berada dalam skuad nasional. Kini, tanggung jawab itu menjadi lebih formal setelah dirinya dipercaya memimpin Indonesia selama turnamen regional tersebut.
Pengalaman kepemimpinan Diks juga berkembang bersama klubnya di Bundesliga Jerman. Pada musim 2026-2027, ia masuk dalam struktur kepemimpinan Borussia Mönchengladbach sebagai salah satu pemain senior yang mendapat kepercayaan lebih besar. Pengalaman tersebut menjadi tambahan modal ketika harus mengatur rekan-rekannya di Timnas Indonesia. Meski demikian, kepemimpinan di tim nasional tetap membutuhkan kerja sama dari seluruh pemain. Diks menekankan bahwa tanggung jawab mencapai target tidak hanya berada pada kapten, tetapi menjadi tugas seluruh anggota skuad.
Indonesia tergabung di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Skuad Garuda akan memulai pertandingan dengan menghadapi Singapura pada 25 September sebelum bertemu Malaysia pada 28 September. Pertandingan terakhir fase grup menghadapi Bangladesh dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober. Seluruh pertandingan Indonesia pada fase grup dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi Diks dan rekan-rekannya untuk tampil di hadapan pendukung sendiri.
Timnas Indonesia juga sedang mempersiapkan kembali gaya permainan yang ingin diterapkan selama turnamen. Pelatih John Herdman menggunakan sesi latihan untuk memperkuat organisasi permainan sekaligus membangun kembali ritme para pemain setelah datang dari klub masing-masing. Kehadiran Diks sebagai kapten diharapkan membantu komunikasi antarpemain ketika menjalankan instruksi di lapangan. Sebagai pemain belakang, ia berada pada posisi yang memungkinkan untuk melihat organisasi permainan secara lebih luas. Pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi juga menjadi bekal penting selama memimpin skuad Garuda.
Kepercayaan sebagai kapten membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen dengan arti tersendiri bagi Diks bersama Indonesia. Ia kini tidak hanya dituntut memberikan kontribusi melalui kemampuan bertahan, tetapi juga membantu menjaga konsentrasi dan kebersamaan tim sepanjang pertandingan. Fokus terdekat Indonesia adalah menghadapi Singapura pada laga pembuka fase grup. Hasil pertandingan tersebut akan menjadi awal perjalanan Garuda sebelum menjalani dua pertandingan berikutnya. Diks berharap tanggung jawab baru yang diterimanya dapat digunakan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi Timnas Indonesia.