Jakarta, 21 September 2026 – Sejumlah warga negara Rusia yang berada di Indonesia berharap pemilihan legislatif Rusia dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia. Harapan tersebut disampaikan saat warga Rusia menggunakan hak pilih dalam pemilihan anggota Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia, di Jakarta pada Minggu, 20 September 2026. Pemungutan suara bagi warga Rusia di Indonesia diselenggarakan melalui tempat pemungutan suara di Jakarta dan Denpasar. Selain menentukan komposisi parlemen Rusia untuk periode mendatang, pesta demokrasi tersebut dipandang sebagian pemilih sebagai kesempatan untuk mendorong masa depan yang stabil dan memperluas hubungan dengan negara mitra. Indonesia menjadi salah satu negara tempat warga Rusia di luar negeri dapat menyalurkan hak pilihnya.
Iaroslava Radugina menjadi salah satu warga Rusia yang memberikan suara di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta. Radugina telah menetap di Indonesia selama sekitar dua tahun dan sedang menempuh pendidikan tinggi di Jakarta. Pemilu kali ini menjadi pengalaman pertamanya menggunakan hak pilih setelah memenuhi persyaratan usia sebagai pemilih. Ia memandang pemilihan legislatif sebagai momentum penting karena hasilnya akan berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan kehidupan masyarakat Rusia pada masa mendatang. Sebagai bagian dari generasi muda, ia berharap proses politik tersebut dapat menghasilkan stabilitas sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak muda di berbagai sektor.
Harapan mengenai penguatan hubungan kedua negara juga disampaikan Olga Lukianova yang menggunakan hak pilihnya di Jakarta. Ia berharap hubungan Rusia dan Indonesia terus berkembang di berbagai bidang setelah penyelenggaraan pemilu. Menurut keterangannya, proses pemungutan suara di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta berlangsung aman dan lancar. Kondisi tersebut memberikan kenyamanan kepada warga Rusia yang datang untuk menggunakan hak politik mereka. Lukianova juga berharap parlemen yang terbentuk setelah pemilu dapat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat Rusia secara lebih luas.
Pemilihan anggota Duma Negara berlangsung selama tiga hari pada 18 hingga 20 September 2026 dan diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan kepala daerah serta legislatif daerah di Rusia. Sebanyak 11 partai politik berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, yang juga bertugas sebagai ketua komisi pemilu di Indonesia, menyebut pemilu tersebut sebagai salah satu agenda politik domestik terpenting bagi Rusia. Menurutnya, hasil pemilihan akan menentukan peta politik parlemen Rusia untuk periode berikutnya. Bagi warga Rusia di Indonesia, fasilitas pemungutan suara disediakan di bagian konsuler Kedutaan Besar Rusia di Jakarta dan Konsulat Jenderal Rusia di Denpasar.
Tempat pemungutan suara di kedua kota dibuka selama 12 jam, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat. Kedutaan memperkirakan hingga sekitar 500 warga Rusia dapat menggunakan hak pilih di Jakarta, meskipun jumlah aktual bersifat dinamis karena pemilih tidak diwajibkan melakukan registrasi ulang maupun menggunakan hak suaranya. Sementara itu, jumlah pemilih di Denpasar diperkirakan lebih besar mengingat mayoritas warga Rusia yang berada di Indonesia tinggal di Bali. Tolchenov menyebut sekitar 98 persen dari sekitar 40.000 warga Rusia di Indonesia berada di Pulau Dewata. Penghitungan suara dilakukan setelah TPS ditutup sebelum hasil rekapitulasi melalui proses persetujuan komisi pemilihan untuk diteruskan ke Rusia.
Pelaksanaan pemungutan suara di Indonesia juga mendapatkan dukungan pengamanan dari kepolisian. Personel Polri ditempatkan di sejumlah titik di sekitar Kedutaan Besar Rusia di Jakarta serta area pemungutan suara untuk memastikan kegiatan berlangsung aman. Pengamanan juga diminta untuk diterapkan di lokasi pemungutan suara di Denpasar. Tolchenov menyampaikan apresiasi atas dukungan kepolisian Indonesia dalam membantu menjaga pelaksanaan agenda tersebut. Pengamanan menjadi bagian penting karena pemungutan suara berlangsung cukup panjang dan melibatkan warga Rusia yang datang secara bergantian untuk memberikan suara.
Harapan warga Rusia terhadap hubungan bilateral muncul ketika kedua negara juga terus membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor. Pada 14 September 2026, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI menerima Duta Besar Sergei Tolchenov dan membahas penguatan hubungan bilateral serta implementasi sejumlah nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Pembicaraan mengenai peningkatan perdagangan dan perluasan kemitraan bisnis juga telah berlangsung melalui pertemuan pemerintah Indonesia dengan perwakilan Rusia. Dengan latar tersebut, harapan warga Rusia di Indonesia menempatkan pemilu tidak hanya sebagai agenda politik domestik negaranya, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat keberlanjutan hubungan dengan Indonesia. Perkembangan parlemen Rusia setelah pemilu akan menjadi salah satu bagian dari dinamika hubungan kedua negara yang selama ini berlangsung melalui jalur pemerintahan, parlemen, perdagangan, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.