Jakarta, 6 September 2026 – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan Pentagon kepentingan ekonomi sebesar 35 persen dalam North American Blue Energy Partners atau NABEP, perusahaan swasta yang memperoleh konsesi jangka panjang atas sejumlah ladang minyak Venezuela. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari strategi Washington memperluas akses terhadap cadangan energi Venezuela sekaligus meningkatkan pengaruh Amerika Serikat di sektor minyak negara Amerika Selatan itu. NABEP mendapatkan hak konsesi selama 100 tahun terhadap 17 ladang minyak yang diperkirakan memiliki cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel. Kepentingan pemerintah Amerika Serikat ditempatkan melalui Office of Strategic Capital yang berada di lingkungan Pentagon. Struktur kesepakatan dirancang agar pemerintah memperoleh manfaat ekonomi dari kepemilikan tersebut tanpa harus langsung mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Pemerintahan Trump menyebut kesepakatan itu tidak membebani pembayar pajak Amerika Serikat. Namun, keterlibatan Pentagon dalam perusahaan energi swasta juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek hukum, tata kelola, dan batas keterlibatan institusi pertahanan dalam kegiatan komersial.
Kepemilikan 35 persen tersebut secara teknis disusun melalui instrumen yang disebut penny warrants. Instrumen itu memberikan hak kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memperoleh saham dengan harga nominal pada kemudian hari tanpa kewajiban langsung membeli seluruh saham tersebut saat ini. Struktur tersebut sekaligus dirancang untuk melindungi porsi pemerintah dari dilusi ketika NABEP menghimpun modal tambahan untuk membiayai pengembangan ladang minyak. Pemerintah Amerika Serikat tetap berhak memperoleh manfaat ekonomi, termasuk dividen, meskipun warrants tersebut belum sepenuhnya dieksekusi. Mekanisme itu membuat Washington dapat mempertahankan nilai ekonominya ketika perusahaan membutuhkan investasi dalam jumlah besar. Pengembangan infrastruktur minyak Venezuela diperkirakan membutuhkan modal puluhan hingga ratusan miliar dolar dalam jangka panjang. Karena itu, perlindungan terhadap dilusi menjadi salah satu bagian penting dalam rancangan transaksi tersebut.
NABEP merupakan perusahaan yang dikendalikan pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt dan telah mempunyai kegiatan di sektor energi negara tersebut. Berdasarkan kesepakatan terbaru, perusahaan memperoleh konsesi selama satu abad terhadap 17 ladang minyak dengan total cadangan sekitar 65 miliar barel. Jumlah tersebut setara dengan bagian yang sangat besar dari cadangan minyak Venezuela yang dikenal sebagai salah satu terbesar di dunia. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan sebagian ladang yang masuk dalam kesepakatan sebelumnya mempunyai keterkaitan dengan perusahaan Rusia maupun China. Washington memandang pengembangan ladang tersebut sebagai bagian dari upaya mengalihkan orientasi industri energi Venezuela menuju perusahaan dan investasi yang lebih dekat dengan Amerika Serikat. NABEP berencana menghimpun investasi hingga sekitar 100 miliar dolar AS untuk membangun kembali dan memperluas infrastruktur produksi. Namun, kebutuhan investasi yang besar menunjukkan peningkatan produksi tidak dapat dilakukan secara instan.
Selain kepentingan sebesar 35 persen, pemerintah Amerika Serikat memperoleh sejumlah hak strategis lainnya dalam kesepakatan tersebut. Washington mendapatkan hak membeli 20 persen produksi minyak NABEP dengan harga yang mencerminkan biaya produksi. Pemerintah juga mempunyai hak penawaran pertama untuk membeli bagian produksi lainnya dengan harga pasar. Skema tersebut memberikan Amerika Serikat akses terhadap pasokan minyak Venezuela apabila dibutuhkan untuk kepentingan strategis. Minyak yang diperoleh dapat digunakan antara lain untuk mendukung pengisian cadangan minyak strategis maupun kebutuhan lainnya. Pemerintah Amerika Serikat juga memperoleh sejumlah hak tata kelola dalam perusahaan, termasuk pengaruh terhadap susunan dewan direksi. Mayoritas anggota dewan perusahaan nantinya harus merupakan warga negara Amerika Serikat. Pengaturan tersebut menunjukkan keterlibatan Washington tidak terbatas pada kepentingan ekonomi pasif.
Gedung Putih mempromosikan kesepakatan itu sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan energi Amerika Serikat. Pemerintahan Trump menilai cadangan minyak Venezuela mempunyai nilai strategis karena lokasinya relatif dekat dengan pasar dan fasilitas penyulingan Amerika. Venezuela memiliki minyak berat yang dapat diproses oleh sejumlah kilang di kawasan Pantai Teluk Amerika Serikat. Pemerintah berharap peningkatan produksi dalam jangka panjang dapat memperbesar ketersediaan minyak sekaligus membantu menjaga kestabilan pasokan energi. Trump juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan upaya menekan biaya energi bagi masyarakat Amerika. Namun, pemerintah mengakui dampaknya terhadap harga bahan bakar tidak akan muncul dalam waktu singkat. Kondisi infrastruktur Venezuela yang mengalami kekurangan investasi selama bertahun-tahun membuat pemulihan produksi membutuhkan waktu dan modal dalam jumlah besar.
Produksi minyak Venezuela saat ini masih jauh di bawah tingkat tertingginya pada akhir dekade 1990-an. Ketika itu produksi negara tersebut pernah melampaui tiga juta barel per hari, sedangkan sekarang berada di kisaran 1,1 juta hingga 1,2 juta barel per hari. Infrastruktur yang menua, kurangnya investasi, persoalan manajemen, serta berbagai pembatasan ekonomi selama bertahun-tahun menjadi bagian dari faktor yang menekan kapasitas produksi. Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan produksi berpotensi meningkat secara signifikan apabila investasi baru dapat direalisasikan. Selain NABEP, sejumlah perusahaan energi internasional juga tengah memperluas atau mempersiapkan kegiatan di Venezuela. Masuknya modal dan teknologi baru dipandang dapat membantu memperbaiki fasilitas produksi, jaringan pipa, terminal, serta fasilitas pendukung lainnya. Meski demikian, peningkatan produksi tetap bergantung pada stabilitas politik, kepastian hukum, dan kemampuan perusahaan melaksanakan proyek sesuai rencana.
Kesepakatan minyak tersebut juga mempunyai dimensi geopolitik yang kuat. Pemerintahan Trump secara terbuka ingin mengurangi pengaruh Rusia dan China dalam sektor energi Venezuela serta memperkuat posisi Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin. Sejumlah ladang yang masuk dalam konsesi NABEP sebelumnya mempunyai hubungan dengan kepentingan perusahaan dari kedua negara tersebut. Washington menilai penguasaan akses terhadap sumber energi strategis dapat membantu memperkuat keamanan rantai pasokan Amerika Serikat. Venezuela mempunyai cadangan minyak sangat besar sehingga perubahan arah kebijakan energinya berpotensi memengaruhi peta investasi global. Pemerintahan Trump juga menghubungkan kebijakan tersebut dengan pendekatan yang lebih luas untuk memperkuat dominasi ekonomi Amerika di kawasan Barat. Karena itu, kesepakatan NABEP mempunyai arti yang melampaui transaksi bisnis antara perusahaan dan pemerintah.
Di Venezuela, pemerintah sementara mendukung kesepakatan dengan alasan investasi baru dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan industri minyak. Pemerintah Venezuela berharap peningkatan produksi dapat menghasilkan pendapatan pajak dan royalti dalam jumlah besar sekaligus membuka lapangan pekerjaan. NABEP diproyeksikan melakukan investasi bertahap dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah Venezuela tetap akan memperoleh pendapatan dari kegiatan perusahaan melalui sistem pajak serta royalti berdasarkan ketentuan yang berlaku. Namun, kesepakatan jangka sangat panjang selama 100 tahun juga memunculkan perdebatan mengenai kendali terhadap sumber daya nasional. Pemerintah Venezuela menegaskan kedaulatan negara atas sumber daya alam tetap dipertahankan meskipun perusahaan swasta mendapatkan hak pengelolaan. Pelaksanaan kesepakatan dalam jangka panjang akan sangat bergantung pada stabilitas kebijakan pemerintahan berikutnya.
Di Amerika Serikat, keterlibatan Pentagon dalam transaksi minyak telah menarik perhatian sejumlah anggota Kongres. Pertanyaan muncul mengenai dasar hukum yang digunakan pemerintah untuk memberikan institusi pertahanan kepentingan ekonomi langsung dalam perusahaan energi swasta. Sejumlah anggota parlemen meminta pemerintahan Trump memberikan penjelasan lebih rinci mengenai struktur transaksi, kewenangan pemerintah, dan potensi risiko finansial yang dapat muncul. Kritik juga diarahkan pada kemungkinan tercampurnya kepentingan pertahanan dengan kegiatan bisnis komersial. Pemerintah membantah kesepakatan tersebut membebani pembayar pajak karena porsi kepemilikan diberikan melalui struktur warrants dengan biaya nominal. Pemerintahan Trump menilai keterlibatan Office of Strategic Capital dapat dibenarkan karena pasokan energi mempunyai hubungan langsung dengan kepentingan keamanan nasional. Perdebatan mengenai aspek hukum dan pengawasan diperkirakan masih berlanjut seiring rincian transaksi diperiksa Kongres.
Kesepakatan tersebut pada akhirnya menempatkan pemerintah Amerika Serikat dalam posisi yang tidak biasa di industri minyak Venezuela. Pentagon tidak secara sederhana menerima 35 persen kepemilikan langsung atas seluruh industri minyak Venezuela, melainkan memperoleh kepentingan ekonomi sebesar 35 persen dalam NABEP melalui struktur warrants. Perusahaan itulah yang mendapatkan konsesi selama 100 tahun atas 17 ladang dengan sekitar 65 miliar barel cadangan terbukti. Washington juga memperoleh akses pembelian produksi dan hak tata kelola yang memberikan pengaruh besar terhadap arah perusahaan. Pemerintahan Trump melihat pengaturan tersebut sebagai instrumen untuk memperkuat keamanan energi sekaligus mengurangi pengaruh pesaing geopolitik di Venezuela. Namun, realisasi manfaat ekonomi akan bergantung pada kemampuan perusahaan menghimpun modal dan meningkatkan produksi dari ladang yang selama bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi. Dengan skala investasi yang dibutuhkan sangat besar, dampak penuh dari kesepakatan tersebut kemungkinan baru dapat dinilai dalam beberapa tahun mendatang.