Jakarta, 4 September 2026 – Chery mengungkap pengembangan Tiggo V untuk pasar Indonesia bukan dilakukan dalam waktu singkat, melainkan telah dimulai sejak Februari 2024 melalui proyek riset internal bernama T1TP. Tim riset dan pengembangan Chery Global datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari kondisi jalan, pola mobilitas, serta kebutuhan konsumen terhadap kendaraan keluarga. Proses tersebut kemudian dilanjutkan melalui ratusan sesi pembahasan antara tim teknis global dan tim Chery Indonesia, termasuk diskusi kelompok bersama konsumen. Hasil penelitian menjadi landasan bagi perusahaan dalam menentukan karakter kendaraan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Chery menemukan konsumen membutuhkan kendaraan yang tangguh menghadapi beragam kondisi jalan, tetapi tetap lapang, nyaman, efisien, dan fleksibel untuk berbagai aktivitas. Pendekatan tersebut akhirnya melahirkan Tiggo V yang membawa konsep kendaraan serbaguna dengan karakter khusus untuk pasar Indonesia.
Riset yang dimulai pada 2024 tersebut tidak hanya membahas desain maupun tampilan kendaraan. Tim Chery turut mempelajari karakter jalan di Indonesia yang sangat beragam, mulai dari jalan perkotaan dengan lalu lintas padat, kawasan permukiman, jalan antarkota, hingga medan yang memiliki permukaan tidak selalu ideal. Kondisi geografis dan kebiasaan penggunaan kendaraan menjadi pertimbangan karena mobil keluarga di Indonesia sering digunakan untuk lebih dari satu kebutuhan. Kendaraan dapat dipakai untuk perjalanan harian menuju tempat kerja, mengantar anggota keluarga, perjalanan jarak jauh, hingga membawa berbagai barang ketika melakukan aktivitas produktif. Hasil penelitian tersebut membuat Chery memilih pendekatan yang menggabungkan beberapa karakter kendaraan dalam satu model. Tiggo V kemudian dikembangkan agar tidak hanya memiliki penampilan SUV, tetapi juga menawarkan kemampuan akomodasi dan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.
Salah satu hasil utama riset tersebut adalah konsep 3-in-1 versatility yang menjadi identitas Tiggo V. Chery menggabungkan karakter tangguh sebuah SUV, kapasitas kabin sebuah MPV tujuh penumpang, serta fleksibilitas kendaraan utilitas bergaya double cab. Pendekatan tersebut dibuat karena perusahaan melihat konsumen Indonesia sering membutuhkan satu kendaraan untuk menjalankan beberapa fungsi sekaligus. Ketika digunakan bersama keluarga, konfigurasi kabin dapat memberikan ruang bagi tujuh penumpang. Sementara ketika dibutuhkan untuk membawa barang atau menunjang aktivitas luar ruang, bagian kendaraan dapat dikonfigurasi untuk memberikan ruang kargo lebih besar. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu pembeda yang ingin ditawarkan Chery ketika Tiggo V nantinya memasuki pasar nasional.
Perjalanan pengembangan Tiggo V juga melewati tahap pengenalan konsep kepada masyarakat sebelum model produksi diperlihatkan. Temuan dari proyek T1TP kemudian dikembangkan menjadi Chery X, sebuah kendaraan konsep yang diperkenalkan pada Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Kehadiran Chery X digunakan untuk memperlihatkan arah pengembangan kendaraan yang berangkat dari kebutuhan pengguna Indonesia. Berbagai masukan selanjutnya menjadi bagian dari penyempurnaan sebelum kendaraan berkembang menjadi Tiggo V. Model tersebut akhirnya diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai debut pertamanya di luar China. Pemilihan Indonesia sebagai lokasi debut tersebut memperlihatkan besarnya peran pasar nasional dalam proses pengembangan kendaraan.
Chery mengusung semangat “Specially Built for Indonesia” untuk menegaskan posisi Tiggo V sebagai produk yang dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter konsumen lokal. Pendekatan tersebut berbeda dengan sekadar membawa kendaraan yang sebelumnya telah dipasarkan di negara lain kemudian melakukan penyesuaian minor. Tim pengembangan telah melibatkan kebutuhan pasar Indonesia sejak tahapan awal proyek sehingga berbagai karakter kendaraan dapat dirancang berdasarkan hasil penelitian lapangan. Salah satu perhatian utama adalah kebutuhan terhadap kendaraan yang dapat digunakan pada kondisi jalan beragam. Konsumen juga menginginkan kabin yang mampu menampung keluarga tanpa mengorbankan kemampuan membawa barang. Kombinasi kebutuhan itulah yang kemudian diterjemahkan menjadi konsep utama Tiggo V.
Dari sisi kemampuan menghadapi kondisi jalan, Tiggo V dirancang memiliki ground clearance sekitar 220 milimeter. Ketinggian tersebut memberikan ruang yang lebih besar antara bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan sehingga mendukung penggunaan pada medan yang tidak rata. Chery juga menyebut kendaraan mempunyai kemampuan melintasi genangan dengan kedalaman hingga sekitar 700 milimeter dalam kondisi yang sesuai. Kemampuan menanjak hingga sudut tertentu turut menjadi bagian dari karakter kendaraan yang ditawarkan. Spesifikasi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi jalan Indonesia yang dapat berbeda antara wilayah perkotaan, pedesaan, maupun kawasan dengan kontur berbukit. Meski demikian, kemampuan teknis tersebut tetap membutuhkan penggunaan kendaraan sesuai prosedur keselamatan dan kondisi medan.
Fleksibilitas kabin menjadi bagian lain yang mendapatkan perhatian besar selama pengembangan. Sebagai kendaraan yang dapat menampung tujuh penumpang, Tiggo V harus menyediakan ruang yang cukup ketika seluruh kursi digunakan. Namun kebutuhan konsumen tidak selalu berhenti pada kapasitas penumpang karena kendaraan keluarga juga kerap digunakan membawa barang dalam jumlah besar. Karena itu, konfigurasi interior dirancang agar ruang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Chery bahkan mengembangkan konsep yang memungkinkan kendaraan memberikan karakter seperti kendaraan utilitas bergaya double cab ketika konfigurasi tertentu digunakan. Pendekatan tersebut diharapkan menarik konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga sekaligus mempunyai aktivitas produktif atau hobi yang memerlukan ruang angkut tambahan.
Riset konsumen juga memberikan gambaran bahwa kenyamanan tetap menjadi faktor penting meskipun kendaraan memiliki karakter tangguh. Masyarakat Indonesia dapat menghabiskan waktu cukup lama di dalam kendaraan akibat perjalanan jarak jauh maupun kepadatan lalu lintas di kota besar. Karena itu, pengembangan kabin tidak hanya mempertimbangkan jumlah kursi, tetapi juga pengalaman pengguna selama perjalanan. Efisiensi penggunaan ruang, akses keluar-masuk, penyimpanan barang, serta fleksibilitas konfigurasi menjadi bagian yang perlu diseimbangkan. Chery ingin Tiggo V dapat digunakan sebagai kendaraan sehari-hari tanpa membuat karakter utilitasnya terasa terlalu dominan. Dengan pendekatan tersebut, fungsi SUV, MPV, dan kendaraan pengangkut diharapkan dapat berada dalam satu paket yang tetap nyaman digunakan keluarga.
Indonesia memiliki posisi semakin penting dalam strategi Chery karena pertumbuhan penjualan dan perluasan jaringan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Pasar otomotif nasional mempunyai karakter unik dengan permintaan tinggi terhadap kendaraan berkapasitas besar dan kemampuan penggunaan yang beragam. Kehadiran Tiggo V menjadi salah satu upaya Chery memperluas pilihan produknya sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan dapat melibatkan kebutuhan konsumen Indonesia sejak tahap awal. Model tersebut juga memperkuat keluarga Tiggo yang telah memiliki beberapa produk di berbagai segmen SUV. Namun Tiggo V ditempatkan dengan pendekatan berbeda melalui fleksibilitas konfigurasi yang menjadi nilai utama. Perusahaan berharap karakter tersebut dapat menjawab kebutuhan konsumen yang sebelumnya harus memilih antara kendaraan keluarga dan kendaraan dengan kemampuan utilitas lebih besar.
Setelah menjalani proses riset sejak Februari 2024 dan diperkenalkan di GIIAS 2026, Tiggo V dipersiapkan menuju tahap komersialisasi di Indonesia. Chery menargetkan kendaraan tersebut memasuki pasar nasional pada kuartal keempat 2026, sementara detail final mengenai varian, harga, dan strategi penjualannya akan diumumkan mendekati waktu peluncuran. Perjalanan lebih dari dua tahun sejak proyek T1TP menunjukkan perusahaan berupaya menjadikan kebutuhan konsumen lokal sebagai dasar pengembangan produk. Tiggo V tidak hanya membawa identitas SUV, tetapi mencoba menggabungkan kemampuan kendaraan keluarga dan fleksibilitas kendaraan utilitas dalam satu platform. Tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah konsep tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna setelah kendaraan dipasarkan secara luas. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan semakin besarnya perhatian produsen otomotif global terhadap Indonesia bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai salah satu sumber masukan dalam pengembangan kendaraan baru.