Jakarta, 26 Agustus 2026 – Polisi mengungkap fakta baru dalam penangkapan aktor Revaldo Fifaldi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika. Revaldo disebut diamankan dalam kondisi terpengaruh narkoba dan menunjukkan perilaku yang tidak biasa, termasuk kerap terlihat bengong saat berada di lokasi penangkapan. Polisi juga memastikan hasil pemeriksaan urine menunjukkan Revaldo positif narkotika dan psikotropika. Penangkapan tersebut dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Senin malam, 24 Agustus 2026, setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkoba. Fakta mengenai kondisi Revaldo ketika diamankan kini menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih terus dikembangkan.
Penangkapan Revaldo bermula dari informasi mengenai dugaan transaksi narkotika di sebuah apartemen di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan menemukan Revaldo yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang diterima sebelumnya. Polisi langsung melakukan pengamanan dan penggeledahan terhadap aktor tersebut. Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika. Revaldo kemudian dibawa ke Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita tiga plastik klip bekas sabu, dua korek api, tiga pipet, serta tiga bong atau alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika. Petugas juga menemukan setengah butir alprazolam dan setengah butir Xanax yang termasuk obat psikotropika. Selain itu, satu unit telepon seluler milik Revaldo turut diamankan untuk kepentingan penyidikan. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan urine sebagai bagian dari proses untuk mengetahui kandungan zat yang terdapat dalam tubuhnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan Revaldo positif mengonsumsi narkotika dan psikotropika, sehingga penyidik melanjutkan pemeriksaan terhadap seluruh barang bukti dan keterangan yang diperoleh.
Kondisi Revaldo ketika diamankan menjadi salah satu fakta yang mendapat perhatian dalam perkembangan kasus tersebut. Polisi menyebut Revaldo berada dalam pengaruh narkoba dan beberapa kali terlihat bengong saat menjalani proses pemeriksaan awal. Perilaku tersebut kemudian menjadi salah satu indikasi yang diamati petugas sebelum hasil pemeriksaan urine keluar. Meski demikian, kondisi seseorang ketika diamankan tetap perlu dilihat bersama hasil pemeriksaan medis, tes laboratorium, barang bukti, serta keterangan yang diperoleh penyidik. Polisi tidak hanya mengandalkan perubahan perilaku, tetapi menggabungkannya dengan berbagai alat bukti untuk membangun rangkaian perkara secara menyeluruh.
Dalam pemeriksaan awal, Revaldo juga disebut memberikan keterangan mengenai asal narkotika yang digunakan. Polisi memperoleh informasi bahwa sabu tersebut dibeli dari seseorang dengan harga sekitar Rp650 ribu. Cara pembayarannya disebut dilakukan melalui transfer setelah Revaldo memesan sabu sebanyak setengah gram. Informasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi penyidik untuk mengembangkan kasus dan menelusuri pihak yang diduga menjadi pemasok. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan jalur peredaran narkotika tersebut dan kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan transaksi.
Penangkapan kali ini menjadi catatan keempat bagi Revaldo dalam perkara narkotika. Sebelumnya, ia pernah ditangkap pada 2006 karena kasus kepemilikan sabu dan kemudian kembali berhadapan dengan hukum pada 2010 terkait kepemilikan narkotika dalam jumlah lebih besar. Pada 2023, Revaldo kembali ditangkap oleh Polda Metro Jaya dalam perkara penyalahgunaan narkoba. Dalam kasus sebelumnya, ia pernah mengungkap bahwa dirinya mengalami relapse atau kembali menggunakan narkoba setelah sempat menjalani proses pemulihan. Riwayat tersebut membuat kasus terbaru kembali mendapatkan perhatian karena terjadi setelah Revaldo sebelumnya berusaha menjalani kehidupan dan kariernya di dunia hiburan.
Polisi kini tidak hanya memeriksa dugaan penggunaan narkotika, tetapi juga berusaha mengungkap keseluruhan rangkaian perolehan barang tersebut. Pemeriksaan terhadap telepon seluler yang diamankan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menelusuri komunikasi maupun transaksi yang berkaitan dengan narkotika. Penyidik juga perlu mencocokkan keterangan Revaldo dengan barang bukti serta informasi lain yang diperoleh selama penyelidikan. Langkah tersebut penting untuk mengetahui apakah perkara hanya berkaitan dengan penggunaan pribadi atau terdapat jaringan pemasok yang lebih luas. Setiap perkembangan mengenai pihak lain yang mungkin terlibat akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang berhasil dikumpulkan.
Kasus Revaldo juga kembali memperlihatkan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menjadi persoalan berulang meskipun seseorang sebelumnya telah menjalani proses hukum dan pemulihan. Dalam perkara terbaru, alasan penggunaan yang sebelumnya disampaikan Revaldo antara lain berkaitan dengan keinginan agar tubuh tetap fit serta ketika sedang menghadapi banyak pikiran. Namun, alasan tersebut tidak mengubah proses hukum yang harus dijalani setelah polisi menemukan dugaan penggunaan narkotika dan hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Penyidik tetap akan melihat fakta perkara berdasarkan bukti yang tersedia, sementara proses hukum selanjutnya akan menentukan status dan tanggung jawab Revaldo dalam kasus tersebut.
Dengan terungkapnya fakta bahwa Revaldo diduga berada dalam pengaruh narkoba dan sempat terlihat sering bengong ketika diamankan, polisi kini terus memperdalam perkara tersebut. Barang bukti berupa bekas plastik sabu, alat isap, obat psikotropika, serta telepon seluler menjadi bagian penting dalam pemeriksaan. Polisi juga telah memperoleh keterangan awal mengenai dugaan transaksi sabu senilai Rp650 ribu dan masih berupaya menelusuri pemasoknya. Sementara itu, hasil tes urine yang menunjukkan positif narkotika dan psikotropika memperkuat proses pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan tersebut. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil penyidikan, pemeriksaan alat bukti, serta langkah kepolisian dalam mengungkap seluruh rangkaian perkara Revaldo.