Jakarta, 2 Mei 2026 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sebanyak 12 rukun tetangga (RT) terdampak genangan air akibat luapan Kali Krukut.
Genangan air terjadi setelah intensitas hujan tinggi dalam beberapa jam, yang membuat kapasitas aliran kali tidak mampu menampung debit air. Luapan tersebut kemudian masuk ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Petugas BPBD bersama aparat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta membantu warga terdampak. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami ketinggian air yang bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai lutut orang dewasa.
Warga yang rumahnya terdampak banjir mulai mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian juga memilih mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu air surut.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir. Selain itu, warga juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat saluran air.
Petugas terus melakukan upaya penanganan, termasuk memastikan aliran air kembali lancar serta mendata jumlah warga yang terdampak. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam pemantauan dan diharapkan genangan segera surut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir seperti bantaran sungai.