Jakarta, 19 September 2026 – Mantan juara dunia WBC kelas bridger Kevin Lerena memutuskan menurunkan berat badan untuk kembali bertarung di kelas penjelajah atau cruiserweight dengan batas 90,7 kilogram. Petinju asal Afrika Selatan tersebut ingin membuka jalan baru menuju perebutan gelar dunia setelah kehilangan sabuk WBC bridgerweight pada Mei lalu. Lerena yang kini berusia 34 tahun sebelumnya bertarung di kelas bridger dan sempat menjajal persaingan kelas berat. Namun, ia menilai kelas penjelajah merupakan divisi yang paling sesuai dengan karakter dan kemampuan bertandingnya. Keputusan tersebut membuat Lerena harus menjalani proses penurunan berat badan secara disiplin menjelang penampilan berikutnya. Ia dijadwalkan kembali naik ring pada 7 November 2026 di Sandton Convention Centre, Johannesburg, Afrika Selatan.
Lerena akan menghadapi petinju Skotlandia Scott Forrest dalam pertarungan utama bertajuk “Knockout Chaos 3: The Return”. Duel tersebut memperebutkan gelar WBC International kelas penjelajah dan menjadi langkah awal Lerena dalam upayanya kembali mendekati sabuk dunia. Lerena saat ini berada di jajaran atas peringkat WBC kelas penjelajah, sehingga kemenangan atas Forrest dapat menjaga posisinya dalam persaingan menuju pertandingan yang lebih besar. Bagi Lerena, pertarungan November bukan sekadar laga comeback setelah turun kelas. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk bersaing dengan petinju terbaik di divisi 200 pon. Gelar WBC International juga memiliki nilai strategis karena dapat menjadi pijakan menuju kesempatan memperebutkan gelar dunia.
Proses kembali ke kelas penjelajah membuat Lerena harus menurunkan bobot tubuhnya secara bertahap. WBC menyebut ia memulai proses tersebut dari sekitar 97 kilogram, sedangkan batas maksimal kelas penjelajah berada pada 90,7 kilogram atau 200 pon. Lerena mengakui proses tersebut tidak mudah karena setiap sesi latihan harus memperhatikan kondisi fisik sekaligus perkembangan berat badannya. Disiplin mental juga menjadi bagian penting karena ia harus memastikan penurunan bobot tidak mengganggu kekuatan dan stamina ketika bertanding. Lerena sebelumnya mengungkapkan dirinya hanya terpaut sekitar enam kilogram dari batas kelas penjelajah ketika mengumumkan rencana kembali ke divisi tersebut. Kondisi itu membuatnya optimistis dapat memenuhi batas berat badan tanpa kehilangan kemampuan terbaiknya di atas ring.
Kelas penjelajah bukan wilayah baru bagi Lerena karena sebagian besar perjalanan penting dalam kariernya dibangun di divisi tersebut. Petinju kelahiran Johannesburg itu pernah menjadi juara dunia IBO kelas penjelajah dan mempertahankan gelarnya dalam sejumlah pertandingan. Ia pertama kali meraih gelar dunia di divisi tersebut pada 2017 sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke kategori berat yang lebih tinggi. Lerena selanjutnya mencoba kelas berat dan pernah menantang Daniel Dubois dalam pertandingan perebutan gelar pada 2022. Dalam laga tersebut, Lerena sempat menjatuhkan Dubois sebanyak tiga kali pada ronde pertama sebelum akhirnya kalah melalui penghentian pertandingan. Pengalaman bertanding di beberapa kelas membuat Lerena kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai divisi yang menurutnya paling sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Setelah periode di kelas berat, Lerena kemudian menjadi salah satu nama utama di kelas bridgerweight WBC. Ia meraih gelar Silver dan interim sebelum akhirnya menjadi juara dunia WBC pada 1 Mei 2025. Gelar tersebut membuatnya menjadi salah satu petinju Afrika Selatan yang menonjol di kelas-kelas berat. Lerena mempertahankan posisinya hingga menghadapi Ryad Merhy dalam pertandingan ulang di Charleroi, Belgia, pada 30 Mei 2026. Pertarungan berlangsung selama 12 ronde dan Merhy akhirnya dinyatakan menang melalui keputusan mutlak para juri. Kekalahan tersebut mengakhiri masa Lerena sebagai juara WBC bridgerweight sekaligus mendorongnya mengevaluasi arah karier berikutnya.
Saat menghadapi Merhy, Lerena tercatat memiliki berat sekitar 100,2 kilogram. Angka tersebut menunjukkan ia harus memangkas hampir 10 kilogram untuk kembali memenuhi batas maksimal kelas penjelajah. Setelah kekalahan itu, Lerena menyimpulkan bahwa kembali ke 200 pon menjadi pilihan yang tepat untuk melanjutkan karier. Ia merasa masih memiliki urusan yang belum selesai di divisi tempat namanya pertama kali dikenal sebagai juara dunia. Target yang dibawanya juga cukup besar karena Lerena ingin kembali menjadi juara dunia dan menambah pencapaian dalam perjalanan profesionalnya. Dengan pengalaman di kelas penjelajah, bridgerweight dan kelas berat, ia berharap proses adaptasi kali ini dapat berlangsung lebih baik.
Meski demikian, Scott Forrest berpotensi memberikan ujian serius dalam pertandingan pertama Lerena setelah kembali ke kelas penjelajah. Forrest lahir di Johannesburg tetapi sepanjang kariernya mewakili Skotlandia dan memiliki pengalaman amatir yang panjang. Ia merupakan juara nasional sembilan kali serta pernah menjadi bagian dari Team GB. Forrest juga pernah tampil pada Commonwealth Games 2014 dan 2018 serta mengikuti kejuaraan dunia sebelum memasuki tinju profesional. Catatan profesionalnya menjelang pertarungan melawan Lerena adalah delapan kemenangan dan tiga kekalahan, dengan lima kemenangan diraih melalui knockout. Kombinasi pengalaman amatir dan kekuatan pukulan membuat Lerena tidak dapat memandang pertandingan comeback tersebut sebagai sekadar laga pemanasan.
Lerena memasuki pertandingan mendatang dengan rekor profesional 31 kemenangan dan lima kekalahan, termasuk 15 kemenangan melalui knockout. Pengalamannya menghadapi sejumlah lawan dari kelas penjelajah hingga kelas berat menjadi modal penting ketika kembali bersaing pada batas 200 pon. Tantangan terbesarnya adalah memastikan proses penurunan berat badan berlangsung tanpa mengurangi kekuatan yang selama ini menjadi salah satu keunggulannya. Lerena dikenal sebagai petinju kidal dengan kemampuan pukulan yang membuatnya mampu bersaing menghadapi lawan bertubuh lebih besar. Namun, kembali ke kelas yang lebih ringan juga berarti menghadapi petinju dengan kecepatan dan mobilitas berbeda dibandingkan lawan-lawan di bridgerweight maupun kelas berat. Persiapan menuju November karena itu menjadi fase penting untuk menentukan apakah keputusan turun kelas dapat memberikan hasil sesuai target.
Pertarungan melawan Forrest pada akhirnya akan menjadi langkah pertama dari ambisi besar Lerena untuk kembali mengenakan sabuk juara dunia. Gelar WBC International kelas penjelajah yang diperebutkan dapat memberikan momentum apabila ia mampu mendapatkan kemenangan meyakinkan di Johannesburg. Lerena telah menegaskan tujuan utamanya bukan sekadar kembali bertanding di kelas lama, melainkan kembali masuk dalam jalur perebutan gelar dunia. Pengalaman menjadi juara di kelas penjelajah dan bridgerweight membuat petinju Afrika Selatan tersebut memiliki bekal yang tidak sedikit untuk memulai perjalanan baru. Namun, ia terlebih dahulu harus menyelesaikan tantangan berat badan dan melewati Forrest sebelum membicarakan pertandingan yang lebih besar. Duel pada 7 November akan menjadi ujian awal untuk melihat apakah kelas penjelajah kembali menjadi tempat terbaik bagi Lerena dalam mengejar gelar dunia berikutnya.